(E-Book – Modul Marjinal) Komunitas Pinggiran Cerdas Berdemokrasi

Praktik pemilu yang sehat dan berkualitas menjadi harapan kita bersama. Harapan itu bukan hal yang mustahil untuk dapat direngkuh asal ada kesadaran kolektif memperbaiki hal yang kurang, sembari mempertahankan hal yang baik dari praktik demokrasi kita.

Kehadiran pemilih yang cerdas berdemokrasi menjadi satu kunci untuk meningkatkan kualitas pemilu dan demokrasi. Pemilih cerdas berdemokrasi adalah ketika pemilih memahami demokrasi, kritis terhadap praktek demokrasi, dan terampil dalam memperjuangkan kepentingan politik publik.

Komunitas pinggiran merupakan segmen strategis dalam kehidupan demokrasi kita. Pada berbagai momentum demokrasi, eksistensi segmen ini cenderung dikomodifikasi sedemikian rupa sehingga menegasikan persoalan-persoalan substantif yang mereka hadapi, seperti kemiskinan, pengangguran, keterbatasan modal, biaya pendidikan dan kesehatan yang tidak terjangkau, dan sebagainya.

Persoalannya menjadi semakin rumit karena segmen sosial ini memiliki keterampilan relatif lemah dalam memanfaatkan momentum pemilu dan demokrasi sebagai bagian dari upaya memperbaiki kondisi sosialnya. Kehadiran buku ini berusaha mengkaitkan betapa kepentingan komunitas pinggiran sesungguhnya sangat terkait dan dapat diperjuangkan melalui proses pemilu dan demokrasi.

Buku “Komunitas Pinggiran Cerdas Berdemokrasi” ini merupakan salah satu dari serial buku pendidikan pemilih “Cerdas Berdemokrasi” yang dirancang KPU. Terdapat 5 (lima) kelompok strategis yang menjadi perhatian serius KPU terkait dengan cerdas berdemokrasi yaitu pemilih pemula, umat beragama, perempuan, kaum pinggiran, dan penyandang disabilitas.

Pada masing-masing kelompok strategis tersebut disusun buku pendidikan cerdas berdemokrasi. Kelompok sosial tersebut strategis dalam agenda perubahan politik, sekaligus rentan dengan manipulasi politik dalam pemilu dan demokrasi.

Komunitas pinggiran yang dimaksud dalam buku ini adalah mereka yang mengalami keterbatasan akses struktural, baik secara ekonomi maupun politik. Bahkan, posisinya cenderung jauh dari pengaruh langsung pengambilan keputusan strategis, rentan dari segala resiko dan berpotensi menjadi korban proses kebijakan.

Buku ini secara garis besar membahas tiga ranah yaitu isu yang berhubungan dengan makna demokrasi bagi komunitas pinggiran, masalah dalam pemilu dan harapan dalam pemilu kaitannya dengan komunitas ping giran. Masih sangat jarang buku panduan pemilu dan demokrasi yang mengulas tentang hal ini, karenanya ini sebuah rintisan awal yang masih perlu penyempurnaan.

Ayo Sehatkan Pemilu dan Demokrasi Kita !

Jakarta, Juli 2013
Ketua KPU
Husni Kamil Manik

Download (E-Book – Modul Marjinal) Komunitas Pinggiran Cerdas Berdemokrasi